Rabu, 22 Juli 2020


Inilah 5 Hal Dasar Tentang Reksadana yang Perlu Anda Tahu

Anda pernah mendengar istilah investasi? Sekilas orang bilang bahwa investasi adalah salah satu cara mendapatkan uang dengan cepat tanpa harus kerja siang malam. Bisa dikatakan benar, tetapi tidak seratus persen. Sebab investasi bergantung pada instrumen investasi dimana Anda menyimpan uang dengan segala ketidakpastian namun tetap bisa diprediksi. Pilihan instrumen investasi pun sangat beragam salah satunya adalah pilihan reksadana.

Akhir-akhir ini, topik investasi terutama reksadana tengah naik daun. Banyak millennial yang tertarik dengan kegiatan investasi reksadana. Sebab investasi juga dinilai menjadi pekerjaan baru yang fleksibel dan menjanjikan. Selain itu, diskusi dan seminar mengenai investasi pun banyak dilakukan di lingkungan kampus. Oleh sebab itu, peminat dari golongan millennial semakin banyak.

Sukses Investasi Reksadana

Dilansir dari bareksa.com, Farid Andrew Nugroho, salah satu contoh orang yang berhasil sukses melalui reksadana. Sejak usia 17 tahun, ia mulai memulai investasi reksadana yang saat itu orangtuanya sudah memperkenalkan dunia investasi kepadanya. Hingga pada akhirnya, ia berhasil memiliki klinik estetika dengan delapan cabang.

Dasar-Dasar Reksadana

Untuk memulai investasi reksadana, akan lebih baik jika Anda mengetahui dulu dasar-dasar dari investasi dan reksadana itu sendiri. Berikut ulasan terkait investasi reksadana yang bisa menjadi bekal Anda dalam memulai langkah untuk investasi.

1. Investasi dan Reksadana

Anda mungkin bertanya apa hubungan keduanya. Ibarat sebuah band musik, investasi adalah nama band itu sendiri sedangkan reksadana merupakan salah satu instrumen musik dari band tersebut. Investasi merupakan kegiatan dimana Anda menyimpan uang pada instrumen keuangan tertentu dan berharap akan ada kenaikan nilai uang di masa mendatang. Sedangkan salah satu instrumen investasi tersebut adalah reksadana.

2. Reksadana di mata hukum

Di Indonesia, investor reksadana dilindungi secara hukum. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya hadirnya UU No. 8 Tahun 1995 mengenai pasar modal.  Khususnya dalam pasal 1 ayat 27. Jadi Anda tidak perlu khawatir soal kekuatan hukum investasi di Indonesia. Sekarang Anda tidak perlu khawatir untuk memulai investasi dengan pilihan reksadana.

3. Pilih Reksadana yang sesuai

Ada beragam jenis reksadana yang harus Anda ketahui. Ini menjadi bekal dalam menentukan pilihan investasi reksadana Anda. Diantaranya reksadana pasar uang, dana campuran, dana saham, pendapatan tetap, dan dana terstruktur. Pelajari lebih lanjut jenis reksadana tersebut kemudian tentukan mana yang tepat dan sesuai kriteria Anda.

4. Risiko Reksadana

Semua yang berhubungan dengan bisnis, terutama investasi tentu memiliki risiko masing-masing. Termasuk risiko reksadana yang sangat bergantung pada kondisi yang sulit untuk Anda kontrol sendiri karena melibatkan banyak faktor eksternal. Risiko tersebut bisa berasal dari risiko operasional, likuiditas, perubahan peraturan pajak dan risiko pasar.

5. Prinsip Reksadana

Pernah mendengar kata SMART? SMART merupakan prinsip dari investasi reksadana. Artinya bukan “pintar” melainkan akronim dari specific, measurable, attainable, relevant dan time boung. Dengan menggunakan setiap prinsip tersebut, perhitungan dan Analisa investasi reksadana akan lebih tepat dan mudah dikontrol.

Melalui ulasan di atas, Anda dapat menentukan langkah selanjutnya untuk investasi reksadana. Jika pilihan reksadana sudah di genggaman, Anda dapat mencari mitra reksadana. Pastikan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja produk dari reksadana Anda. Jika ternyata kurang puas dengan hasil dari pilihan pertama Anda bisa mempertimbangkan untuk beralih ke mitra reksadana atau jenis reksadana lainnya.
Semoga ulasan di atas bisa menambah referensi Anda dalam memilih instrumen investasi, ya.