Selasa, 30 Juli 2019

Yuk Budayakan Toleransi Dan Perdamaian

Yuk Budayakan Toleransi Dan Perdamaian

Di Indonesia ada banyak agama, Islam hanyalah salah satunya saja. Dengan keberagaman tersebut tentunya akan ada banyak perbedaan yang akhirnya akan memicu pertikaian dengan berbagai alasan. Di jaman yang sudah modern seperti sekarang ini, kebebasan beragama sudah mulai dikenal. Setiap orang bebas menganut keyakinan yang diinginkannya dan pada akhirnya bisa meniadakan diskriminasi dengan alasan agama. 

Puluhan tahun yang lalu masih ada yang namanya diskriminasi dan paksaan untuk menganut agama tertentu. Dan sejak adanya kebebasan inilah pergaulan masyarakat pun berubah. Orang-orang sudah mulai menunjukkan toleransi, pengertian, dan juga persahabatan dengan seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan. Walaupun toleransi dan sebagainya baru terlihat beberapa tahun belakangan ini, sebenarnya dalam Islam sendiri sudah ada yang namanya adab berteman dalam islam yang menjelaskan bagaimana adab atau cara-cara berteman dengan sesama manusia. 

Yang dimaksud dengan toleransi beragama adalah saling menghormati, saling menghargai setiap keyakinan ataupun kepercayaan seseorang. Toleransi adalah suatu hal yang hanya bisa dirasakan ketika diaplikasikan, tidak hanya diomongkan saja. Hal in sesuai dengan asal kata toleran itu sendiri, yang mana toleran berasal dari kata yang artinya menghargai, membiarkan sesuatu untuk berkembang walaupun berbeda dengan apa yang diyakininya. Sedangkan dalam bahasa Arab, toleransi disebut sebagai tasamuh yang memiliki arti kurang lebih sama, seperti lapang dada, murah hati, sikat membiarkan dan lain sebagainya.  

Indonesia yang memiliki tingkat diversifikasi tinggi, mulai dari agama, ras, suku dan budaya tentunya juga harus memiliki masyarakat dengan tingkat toleransi yang tinggi. Jika tidak maka bisa dipastikan setiap hari tidak akan bisa lepas dari yang namanya pertengkaran atau perselisihan. Untuk memiliki sikap toleransi, pertama-tama anda harus memiliki sikap rukun, kerukunan. Karena toleransi dan kerukunan tidak akan bisa dipisahkan, karena kerukunan pun dimulai dari antar sesama umat beragama, antara umat yang seagama dan juga antara pemerintah dengan umat beragama. 

Ketika ketiganya sudah bisa berhubungan dengan baik, maka toleransi bisa muncul dengan sendirinya secara otomatis. Untuk mendapatkan kerukunan antar umat beragama, peran masyarakat tidak bisa dipisahkan. Ketika masyarakat bisa toleransi dengan umat beragama yang lain dari dirinya, nantinya akan timbul masyarakat yang bisa rukun satu sama lainnya. 

Toleransi bisa terlihat dari kegiatan-kegiatan yang terdengar sepele seperti menolong orang yang kesusahan, saling menghormati dan menghargai tanpa memandang bulu, tanpa memandang orang tersebut berasal dari orang suku, ras maupun agama manapun. Menghormati orang lain ketika beribadah pun adalah hal yang menyenangkan, contohnya saja seperti menghormati tempat ibadah, kegiatan ibadah, memberikan kesempatan orang lain untuk beribadah dan juga tidak menghina orang lain yang memiliki keyakinan agama yang berbeda. Agama pun ada untuk membantu umat manusia dalam melaksanakan misi keagamaaan yang baik. Apabila semua orang melakukan toleransi beragama maka bisa dijamin bahwa Indonesia akan menjadi Negara yang aman, tentram dan juga kerjasama sosial. 

Untuk mendapatkan kedamaian dalam masyarakat sendiri pun tidak bisa tiba-tiba muncul begitu saja. Perdamaian hanya bisa diperoleh ketika masyarakat sejahtera. Ketika tidak ada perdamaian dalam sebuah Negara, maka bisa dipastikan kesejahteraan masyarakat dalam bidang ekonomi maupun politik tidak tercapai, hal ini tentu saja karena tidak ada yang memiliki sikap toleransi yang akan membuat munculnya kerjasama di dalam masyarakat untuk mencapai kesejahteraan. 

Maka dari itulah sikap toleransi harus dimulai dari diri sendiri, bersikaplah objektif dan adil terhadap semuanya termasuk terhadap pendapat orang lain yang berbeda, agama, ras dan lain sebagainya. Toleransi merupakan sebuah bentuk untuk menunjukkan rasa hormat terhadap setiap perbedaan, karena namanya manusia pasti antara individu berbeda, tidak ada individu yang sama. 

Walaupun seseorang sama-sama dilahirkan di kota yang sama, akan tetapi lingkungan tempat tinggal, keluarga, teman-teman, pendidikan dan lain sebagainya pasti akan berbeda, tidak akan ada yang sama persis. Salah satu cara untuk mengurangi perselisihan adalah dengan komunikasi, ketika komunikasi sudah bagus maka lama kelamaan akan timbul toleransi. Karena ketika komunikasi bagus maka bisa mendengar penjelasan seseorang mengapa ia memiliki pendapat yang berbeda.