Kamis, 11 Juli 2019

Maharani Yas, Mendampingi Pemuda Memajukan Bangsa

Seorang wanita berjilbab berjibaku di jalanan Pekanbaru yang panas dan berdebu, dengan bocah berusia dua tahun di dalam gendongan. Motor sederhananya membelah padatnya arus lalu lintas menuju SMK PGRI Pekanbaru tempatnya mengabdi selama ini. Bukan sebagai guru, tapi sebagai fasilitator para siswa yang bergabung dalam ekstrakurikuler Kerohanian Islam. Bersama mereka mengkaji Al Quran dan mempelajari agama Islam. Menemani para siswa tersebut agar cemerlang dalam akhlak dan bersinar dalam prestasi.

Di hari lain, ia menempuh perjalanan lebih jauh lagi hingga ke pinggiran kota. Dari rumahnya yang berada di kawasan tua Pekanbaru yang padat penduduk, perlu waktu sekitar setengah jam dengan sepeda motor mengarungi jarak sekitar dua puluh kilometer. Lagi-lagi dengan putrinya yang berusia dua tahun. Kali ini ia menjalani tugasnya sebagai fasilitator di Komunitas GenElok, sebuah komunitas yang fokus pada perbaikan akhlak remaja dan peningkatan kompetensi pemuda dalam ilmu dan keterampilan. 

Tujuannya mendampingi remaja dan pelajar untuk mendalami agama. Menyemai harapan agar mereka dapat menjadi generasi sholeh dan kuat, lalu dapat membangun Indonesia tercinta. Komunitas seperti ini sangat diperlukan di tengah pergaulan dan keadaan remaja Indonesia yang terkepung hedonisme.

Namanya Maharani Yas. Seorang ibu rumah tangga, aktivis dakwah, penulis, fasilitator remaja, dan pengurus beberapa komunitas perempuan. Di usianya yang masih menginjak angka 27 tahun, ibu dua anak ini telah berkecimpung di bidang dakwah dan literasi selama 11 tahun, sejak tahun 2008. Wanita kelahiran Pekanbaru, 30 Juni 1992 ini menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Riau jurusan Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.

Istri dari Desen Handoyo ini mengatakan bahwa dakwah, literasi, dan dunia pendidikan adalah panggilan jiwanya. Harapannya adalah agar para remaja dan pemuda Indonesia dan Pekanbaru khususnya dapat menjadi generasi ‘qurrota a’yun’ yang membanggakan agama dan negara. Kuat dalam akidah yang benar, bersemangat dalam ibadah dan berbuat kebaikan, serta cemerlang dalam akhlak. Ia ingin kelak, mereka bisa menjadi Al Fatih masa depan bagi Islam.

Mendampingi remaja memiliki tantangan tersendiri baginya. Terutama saat ini, dengan perannya sebagai istri dan ibu dari dua anak balita. Rani merasa ia harus menyelaraskan kedua peran ini, dimana ia harus bisa membimbing anak-anaknya mengenal Islam sembari membimbing para remaja binaannya dalam hal yang sama.

Asuransi Wakaf Allianz memberikan kesempatan bagi Rani dan orang-orang inspiratif lainnya untuk melaksanakan ibadah umroh gratis. Allianz berkomitmen untuk memberi apresiasi atas usaha dan keikhlasan mereka memberi kebaikan pada lingkungan sekitar. Dengan kesempatan untuk berumroh gratis ini, Allianz ingin memberi dukungan dan semangat pada mereka yang telah berbuat banyak pada sesama.

Asuransi Wakaf merupakan fitur tambahan pada produk asuransi Jiwa Unit Link AlliSya Protection Plus. Dengan fitur ini, selain memproteksi diri, nasabah juga akan mewakafkan sebagian dari total santunan yang diterima saat meninggal dunia. Besaran wakaf dapat dipilih oleh nasabah saat membeli polis asuransi. Dengan begitu, nasabah akan mendapat manfaat dari wakaf yang tidak akan putus. 

Merupakan keberkahan tersendiri bagi nasabah, saat ia memproteksi jiwanya dan keluarganya, saat itu pula ia bisa meraih pahala dan keberkahan wakaf. Allianz sebagai lembaga asuransi yang kompeten dan terpercaya akan menyalurkan wakaf nasabah secara amanah. Sehingga orang-orang seperti Rani, yang berdakwah dan menyebarkan kebaikan Islam dapat merasakan indahnya Baitullah. Asuransi Wakaf Allianz, menyatukan proteksi jiwa dan berkah kebaikan.