Senin, 20 Mei 2019

Cek Dulu Hal-Hal Ini Sebelum Mengajukan Pinjaman Ke Bank

Pinjaman dana terkadang diperlukan dalam perjalanan hidup seseorang. Entah itu untuk pernikahan, melanjutkan pendidikan, membangun rumah impian, atau membayar biaya pengobatan. Apapun tujuannya, tentu ada konsekuensi dibalik peminjaman uang yang dilakukan.

Beberapa orang memilih melakukan pinjaman dana ke lembaga keuangan non bank, sementara yang lainnya cukup percaya diri untuk mengajukan kredit ke bank. Apapun lembaga yang dipilih, sebaiknya cek dulu hal-hal berikut sebelum mengajukan pinjaman. Jangan sampai terkendala pada saat pembayaran atau malah pada saat pengajuan.

Syarat Dan Ketentuan Beserta Kelengkapan Yang Diperlukan.

Pada dasarnya setiap lembaga keuangan yang bisa meminjamkan dana segar memiliki syarat dan ketentuan yang hampir sama. Entah itu bank, lembaga non bank, bahkan koperasi sekalipun. Sebelum Anda memilih lembaga yang tepat, pastikan Anda mengetahui dahulu syarat dan kelengkapan yang diperlukan. Jika Anda bisa memenuhinya, barulah ajukan pinjaman ke lembaga tersebut.

Anda juga bisa membandingkan dahulu kelengkapan yang diperlukan antara lembaga yang satu dengan yang lainnya. Tidak salah lho, jika Anda memilih yang syaratnya paling ringan. Toh yang akan melengkapinya nanti juga Anda Kelengkapan yang biasanya diminta pihak lembaga peminjaman biasanya berkisar pada tanda pengenal Anda dan pasangan, surat keterangan penghasilan, rekening koran tiga bulan terakhir, foto dan keterangan lain tentang tempat Anda bekerja, dan agunan atau jaminan.

Sebelumnya, Anda harus juga memberi tahu pasangan bahwa Anda akan melakukan peminjaman (jika peminjaman pribadi, bukan perusahaan) karena tanda tangan pasangan akan diperlukan saat akad kredit nanti.

Pastikan Kondisi Berikut

Setelah syarat dan ketentuan yang disyaratkan oleh bank atau lembaga peminjaman yang Anda pilih disiapkan, jangan lupa pula untuk memastikan kondisi keuangan Anda sedang dalam keadaan berikut :

Maksimal cicilan per bulan adalah tiga puluh persen dari take home pay Anda. Ini adalah hitungan baku yang berlaku hampir di semua lembaga keuangan. Maka Anda juga harus memperhitungkan dahulu berapa dana yang akan Anda pinjam, dan sanggupkah Anda membayarnya dengan kondisi pendapatan dan pengeluaran Anda saat ini?

Jika masih ada cicilan lain  yang berjalan, sebaiknya dilunasi dahulu atau usahakan jangan pernah terlambat membayar cicilannya. Biasanya jika cicilan ini selalu tepat waktu dan sudah sampai 75%, maka bank atau lembaga peminjam akan bersedia memberikan pinjaman lainnya. Tapi jika cicilan ini masih baru dan bahkan pernah terlambat dalam pembayarannya, sebaiknya Anda tidak mengajukan pinjaman baru. Karena kemungkinan besar pasti akan ditolak.

Jangan memalsukan data, sekecil apapun. Kebanyakan yang terjadi di lapangan adalah memalsukan besaran gaji agar take home pay menjadi lebih tinggi. Atau memalsukan status perkawinan karena anggapan bahwa mereka yang single akan lebih mudah mengajukan kredit daripada yang udah menikah. Sebaiknya berikan saja data Anda yang asli. 

Mungkin pengajuan pinjaman dana Anda akan diterima namun jika dalam perjalanannya ada kendala, Anda sendiri yang akan kesulitan. Belum lagi jika aksi tipu-tipu ini ketahuan, Anda bisa diblack list atau dimasukkan ke dalam daftar hitam BI. Artinya Anda tidak akan bisa mengajukan pinjaman lagi untuk berikutnya dalam jangka waktu yang lama. 

Terakhir, tanyakan sekali lagi pada diri Anda sebelum mengajukan pinjaman dana. Apakah Anda benar-benar memerlukan pinjaman ini? Adakah jalan keluar lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan dana segar kecuali meminjam pada lembaga keuangan? Karena Anda juga harus mempertimbangkan keadaan atau kondisi tidak terduga yang bisa saja terjadi saat pinjaman masih dalam tahap cicilan.

Jika masih bisa mendapatkan dana segar dari jalan lain, misalnya menjual beberapa aset atau mengurangi beberapa pos pengeluaran yang tidak begitu penting, sebaiknya dahulukan jalan tersebut. Bagaimanapun meminjam selalu menimbulkan risiko dan perhitungan keuangan yang jeli. 

Cek Dulu Hal-Hal Ini Sebelum Mengajukan Pinjaman Ke Bank


Jika Pinjaman Disetujui, Lakukan Ini Agar Keuangan Tetap Aman

Bayarlah cicilan pinjaman dana Anda di awal gajian. Jadi begitu Anda menerima gaji atau upah, lunasi dulu cicilan bulan itu sebelum memenuhi

kebutuhan yang lain. Hal ini agar Anda terhindar dari keterlambatan atau tunggakan akibat gaji yang habis sebelum cicilan terbayarkan. Seluruh cicilan dan tunggakan atau iuran merupakan kewajiban yang harus diselesaikan dahulu sebelum menghabiskan dana untuk konsumsi. 

Harus tetap menabung. Usahakan 5-10% dari take home pay Anda masuk ke rekening tabungan. Tidak bisa tidak, karena Anda tetap butuh dana cadangan.

Jika mendapat penghasilan tambahan atau pendapatan tak terduga, jangan dihabiskan untuk konsumsi. Jika bisa,bayarkan untuk cicilan 2-3 bulan ke depan dan sisihkan untuk tabungan. Setelah itu baru dihabiskan untuk konsumsi.

Jika Anda sudah mantap ingin meminjam uang ke lembaga keuangan, Anda bisa mengajukannya melalui https://www.cekaja.com/kredit. Cekaja.com bekerja sama dengan puluhan lembaga keuangan bank dan non bank, jadi Anda bisa membandingkan antara satu bank dengan yang lain sebelum memutskan untuk mengajukan pinjaman. Selain itu, cekaja.com juga mempermudah Anda karena pengajuan pinjaman dana dapat Anda lakukan secara online. Jadi Anda tidak perlu repot-repot memikirkan bagaimana mengakali waktu untuk ke bank di tengah kesibukan yang menggunung. Mudah sekali, bukan? Silahkan mencoba.