Jumat, 17 November 2017

Uji Coba Smart Technology SUV Almaz di Tengah Pesona Alam Geopark Ciletuh

Setelah diluncurkan di Jakarta pada akhir Februari lalu, Almaz, mobil sport utility vehicle (SUV) pertama Wuling Motors di Indonesia, diuji coba secara nasional di Jawa Barat pada 6-8 Maret ini.

Pada kegiatan test drive bertajuk "Almaz Smart Journey" ini, sebanyak 18 media nasional termasuk Merdeka.com berkesempatan perdana menjajal Wuling Almaz secara maksimal. Disiapkan enam unit Almaz, dan saya berada di unit keenam, Almaz Carnelian (red) bersama dua jurnalis lainnya.

Hujan deras mengawali test drive yang dimulai di diler Wuling Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu (6/3). Setelah briefing smart driving dari Sony Susmana, Founder Safety Defensive Consultant Indonesia (SCDI), enam unit Almaz siap dipacu untuk membelah ibukota yang tengah hujan sejak dini hari itu.

Dian Asmahani, Brand Manager Wuling Motors, hadir untuk mengibarkan bendera start tanda test drive Almaz dimulai.

"Almaz Smart Journey sarana untuk menghadirkan sensasi berkendara tanpa batas dengan SUV pertama Wuling Motors. Selain mencoba performa Almaza, kami memadukan smart multimedia layar sentuh 10,4 inci sebagai penunjang perjalanan. Kami harapkan rekan media bisa merasakan sebagai pengemudi penumpang dari mobl yang kami namakan smart technology SUV ini," ujar Dian.

Saya memilih menjadi pengemudi di rute pertama Cengkareng-Bogor. Kali pertama melihat mobil ini, Almaz memiliki penampilan eksterior yang menggoda. Dimensinya sebagai medium MPV tampak maskulin dengan desain eksterior kokoh.

Saat duduk di jok pengemudi, balutan semikulitnya terasa nyaman menyentuh bokong. Busanya juga empuk. Setelah menyetel posisi duduk yang nyaman secara elektrik, berikut posisi setir dengan tilt steering (belum telescopic), saya dengan cepat menemukan posisi duduk yang nyaman. Dengan pengawalan polisi, kami melaju di tengah kemacetan pagi ibukota.

Kesan saya, visibilitas mobil ini sangat baik. Anda bisa melihat ke depan dan samping 'tanpa' blind spot signifikan. Sistem kemudi juga ringan, sehingga memudahkan pengendalian mobil. Kemacetan akut di pagi hari menahan laju rombongan. Pada kondisi stop and go begini, fitur Automatic Vehicle Holding (AVH) sangat membantu. Tinggal menekan tombol A di bawah rem tangan elektrik, maka secara otomatis komputer membaca situasi dan membuat mobil berhenti tanpa harus capek menginjak pedal rem. Tinggal injak pedal gas saja, maka fitur AVH ini akan off, jika kendaraan harus segera berjalan.

Saat melintas di jalan tol Jagorawi, hujan semakin deras. Tapi kabin Almaz memiliki kesenyapan baik. Suara ban dan air minim terdengar. Yang positif juga,
suara atap juga mampu meredam air hujan, padahal atapnya panoramic sunroof. Sistem speaker yang dikembangkan oleh Infinity by Harman, makin membuat suasana kabin Almaz nyaman. Menikmati hiburan secara mewah!

Saya belum bisa memacu mobil dengan kecepatan tinggi dalam kondisi hujan lebat di tol Jagorawi. Tapi dapur pacu 1.5L turbocharged dari Honeywell cukup bertenaga dengan daya maksimum 140 hp dan torsi maksimum 250 Nm, diklaim terbesar di kelasnya sebagai medium SUV. Rombongan test drive sampai di Bogor hampir tengah hari bolong.

Setelah makan siang dan rehat sejenak, kami kembali bergerak. Lewat fitur Wuling Link di headunit berlayar sentuh 10,4 inci (menurut saya besar sekali), tujuan berikutnya, sangat menarik: Pantai Pasir Putih Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat!

Ya, fitur Wuling Link di smart multimedia berlayar 10,4 inci efektif sebagai alat pemandu arah, komunikasi, hingga hiburan musik sepanjang perjalanan.

Menuju Kawasan Geopark Ciletuh

Suasana hujan masih terasa sepanjang perjalanan. Di rute ini, saya berpindah posisi sebagai penumpang depan. Wow, ruangnya sangat lapang buat saya yang berpostur besar dengan tinggi lebih dari 170 cm, terutama leg room-nya. Jika kurang, tinggal memundurkan saja dengan tuas manual (beda dengan jok pengemudi yang elektrik).

Mencicipi tol baru Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Almaz dipacu semaksimal mungkin. Dikemudikan rekan jurnalis lain, saya sempat melihat kecepatan 120-140 kilometer per jam dicapai dengan mudah. Memang saat perlu akselerasi, suara mesin masih masuk ke dalam kabin. Tapi masih bisa ditoleransi.

Kesan saya sebagai penumpang depan, mobil ini sangat stabil, meski dipacu kencang. Kontur betol jalan tol Bocimi, mampu diredam dengan baik sehingga bodi mobil tidak bergerak liar. Body rolling nyaris tidak ada. Mantap!

Mendekati kawasan Geopark Ciletuh, Sukabumi, kondisi cuaca mulai membaik dan kami disuguhkan dengan pemandangan memesona. Perpaduan keindahan kawasan perbukitan dan laut yang sering disebut surga tersembunyi di Jawa Barat ini pun membuat kami terpacu untuk mengabadikan momen bersama Almaz. Dan menikmati suasana melalui panoramic sunroof yang ekstensif berukuran hampir satu meter persegi.

Dengan kondisi jalan atraktif, tanjakan tajam dan turunan curam yang disertai tikungan hampir 180 derajat, diperlukan skill mengemudi memang. Kesempatan optimal menguji Almaz hadir di sini. Mesin 1.5L turbocharged yang dipadukan transmisi Continuosly Variable Transmission (CVT)-8 percepatan bekerja maksimal. Menjaga jarak dan momentum, transmisi CVT di mode D sebenarnya cukup mampu membawa mobil besar ini menjelajah kawasan Ciletuh. Namun, jika terasa kurang, geser saja tuasnya ke mode M (manual), semua jadi tidak masalah. Atau bisa juga mencoba mode S (sport) di transmisi CVT-nya.

Fitur hill hold control (HHC) juga optimal di sini, karena mobil tidak mundur saat pedal gas dilepas di tanjakan. Sungguh sebuah petualangan yang menyenangkan: memaksimalkan performa SUV Almaz dengan pesona pemandangan bukit dan lautan lepas!

Semua itu makin terasa mantap, berkat fitur melimpah Almaz, seperti Traction Control System (TCS), Electronic Stability Control (ESC), sistem pengereman ABS, EBD, BA, hingga dual front and side airbag.

Rehat sejenak di Geopark Ciletuh, kami melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Ratu untuk menginap. Medan jalan masih sama, tapi malam hari.

Hampir tiada kendaran lain yang lewat. Lampu utama LED projector di bawah, berkombinasi LED future eyes di atas, memberikan penerangan maksimal. Cahaya putihnya memandu kami dengan baik saat melewati banyak tikungan selama perjalanan gelap itu.Keesokan hari, rombongan melanjutkan perjalanan ke Bandung. Kepadatan lalu lintas di jalur Padalarang menjadi tidak terasa berkat fitur ini: Hill Hold Control (HHC) dan Automatic Vehicle Holding (AVH) yang memudahkan pengemudi saat menghadapi situasi stop and go.

Memasuki tol Pasteur, kami kembali mencoba berakselerasi dan menjajal cruise control, yang diaktifkan di sisi kiri lingkar kemudi Almaz.

Di rute ini, saya menjajal baris kedua Almaz. Harus diakui ruang di baris kedua ini sangat luas baik untuk ruang kaki maupun kepala. Kualitas joknya juga cukup nyaman. Sudut jok bisa diatur lebih rebah untuk beristirahat dengan outlet AC baris kedua. Ruang penyimpanan juga sangat banyak. Panoramic sunroof yang memanjang hingga baris kedua membuat nuansa premium di baris kedua. Kegiatan membaca juga sangat nyaman di sini. Saya beberapa kali terlelap di sini. Mantap!

Total jarak tempuh bersama Smart Technology SUV, dari titik start di Wuling Arista Cengkareng hingga finish di kota Bandung mencapai 426 kilometer. MID mencatat konsumsi bahan bakar berada di level 7,2-7,4 kilometer per liter.