Rabu, 12 Desember 2018

Kriteria Rumah Sehat untuk Keluarga? Kenali ini

Kriteria Rumah Sehat untuk Keluarga? Kenali ini


Siapa yang tak mendambakan tinggal di sebuah rumah maupun area permukiman yang sehat. Baik itu sehat secara lingkungan atau psikologis.

Secara luas, rumah sehat diindikasikan mampu menjadi ruang berlindung, menyatukan sebuah keluarga, meningkatkan tumbuh kembang kehidupan setiap manusia, dan mengisi bagian dari gaya hidup penghuninya.

Kriteria rumah yang sehat dibagi menjadi empat aspek; harus dapat memenuhi kebutuhan fisiologis, harus dapat memenuhi kebutuhan psikologis, harus dapat menghindarkan terjadinya kecelakaan, serta harus dapat mencegah terjadinya penularan penyakit.

Standar ini sejalan dengan kriteria rumah sehat menurut American Public Health Asociation (APHA) yakni:

Memenuhi kebutuhan dasar fisik

  1.     Rumah harus dibangun sedemikian rupa sehingga dapat mencegah perubahan udara ekstrim yang terjadi. Sebaiknya, temperatur udara dalam ruangan paling sedikit 4°C dari temperatur udara luar di daerah tropis. Umumnya temperatur kamar 22°C – 30°C.
  2.     Rumah harus terjamin pencahayaannya yang dibedakan atas cahaya matahari (penerangan alami) serta penerangan dari nyala api lainnya (penerangan buatan).
  3.     Rumah harus mempunyai ventilasi yang sempurna sehingga aliran udara segar dapat terjaga. Luas lubang ventilasi tetap, minimum 5% dari luas lantai ruangan, sedangkan luas lubang ventilasi insidentil (dapat dibuka dan ditutup) minimum 5% luas lantai, sehingga jumlah keduanya menjadi 10% dari luas lantai ruangan.
  4.     Rumah harus dapat melindungi penghuni dari gangguan bising berlebihan, karena dapat berakibat pada kesehatan (telinga) baik secara langsung maupun dalam jangka waktu relatif lama.
  5.     Rumah harus memiliki luas yang cukup untuk aktivitas serta anak-anak bermain.