Kamis, 14 September 2017

Masuknya Cahaya Matahari Mampu Membunuh Bakteri pada Debu Rumah

 Ketika siang hari, sering kali kamu bakal menutup tirai di rumah baik untuk menutupi rumah agar tak terlihat langsung dari luar atau juga untuk mencegah cahaya berlebih. Namun ternyata kebiasaan tersebut sebaiknya dihentikan untuk membuat rumahmu lebih sehat.

Walaupun bisa membawa masuk debu ke rumah, membuka jendela dan tirai di rumah juga dapat memiliki manfaat positif yang tak kalah banyaknya. Dilansir dari Science Daily, melakukan hal ini bisa membunuh bakteri yang hinggap di debu dan mampu mengatasi masalah pernapasan yang kamu alami.

Hasil temuan ini berdasar temuan yang dipublikasikan di jurnal Microbiome oleh peneliti dari University of Oregon yang dipimpin Dr. Ashkaan Fahimipour, PhD. Pada penelitian tersebut, peneliti coba menciptakan bakteri pada ruang dengan tiga situasi yang berbeda. Satu pada ruang gelap; dua, pada ruang dengan cahaya yang tampak; serta ketiga pada ruang dengan cahaya ultraviolet.

Setelah 90 hari, data yang didapat dari masing-masing tempat akan dikumpulkan dan dipelajari untuk melihat apakah ada hubungan antara paparan cahaya dengan jumlah bakteri pada debu. Diketahui bahwa bakteri lebih mampu untuk hidup dan bereproduksi di tempat gelap lebih tinggi 12 persen.

Pada ruangan yang terekspos cahaya langsung, sekitar 6,8 persen mampu hidup. Sedangkan pada cahaya ultraviolet, terdapat 6,1 persen bakteri yang mampu hidup.

Bakteri yang berada di tempat gelap ini ini juga berhubungan lebih erat dengan penyakit pernapasan dibanding yang hidup di bawah cahaya. Pada rumah, adanya cahaya yang masuk ini juga dapat memberi vitamin D padamu serta mencegah munculnya masalah pernapasan.

"Hasil temuan kami menyokong kepercayaan kuno yang menyebut bahwa cahaya matahari memiliki potensi untuk membunuh mikroba dan partikel debu, namun kami masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami penyebab perubahan mikroba dalam debu karena paparan cahaya," jelas Fahimipour, pakar biologi eksperimental dan komputasional di universitas tersebut.